Assalamualaikum Wr.Wb
Hi Guys! kembali lagi bersama saya Dimas Satria di DIMASDFG BLOG.
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit informsi tentang Fungsi Firewall Pada Jaringan VoIP. Simak materinya berikut😁
Hi Guys! kembali lagi bersama saya Dimas Satria di DIMASDFG BLOG.
FUNGSI FIREWALL PADA JARINGAN VOIP
A. Pengertian Firewall
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diiplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya.
Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilahfirewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.” Jadi firewall adalah suatu mekanisme untuk melindungi keamanan jaringan komputer dengan menyaring paket data yang keluar dan masuk di jaringan. Paket data yang “baik” diperbolehkan untuk melewati jaringan dan paket dapa yang dianggap “jahat” tidak diperbolehkan melewati jaringan
Kunci ruangan tersebut hanya dipegang oleh staf IT dan diperbolehkan menggunakan ruang tersebut atas seizin staf IT. Ini berfungsi selain menjaga kehilangan alat komputer dan jaringan secara fisik oleh pencuri atau perampokan, namun juga berfungsi menjaga kehilangan data yang tersimpan pada alat komputer tersebut. Bisa saja seseorang mencuri dan menghapus data penting perusahaan. Tentunya ini sangat merugikan perusahaan tersebut.
B. Fungsi Firewall
1. Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan Firewall harus dapat mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain:
> AlamatIP dari komputer sumber.
> Port TCP/UDP sumber dari sumber.
> Alamat IP dari komputer tujuan.
> Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
> Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
2. Melakukan autentifikasi terhadap akses di dalam jaringan.
3. Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di firewall. Ini Memungkinkan membantu sebagai pendeteksian dini akan penjebolan jaringan.
C. Manfaat Firewall
1. Mengatur lalu intas/trafik data antar jaringan
2. Dapat mengatur port atau paket data yang diperbolehkan atau ditolak.
3. Autentikasi terhadap akses
4. Memonitoring atau mencatat lalu lintas jaringanD. Cara Kerja Firewall
Firewall pada dasarnya merupakan penghalang antara komputer Anda (atau jaringan) dan Internet (luar dunia). Firewall bisa hanya dibandingkan dengan seorang penjaga keamanan yang berdiri di pintu masuk rumah Anda dan menyaring pengunjung yang datang ke tempat AndaDia mungkin mengizinkan beberapa pengunjung untuk masuk sementara menyangkal orang lain yang ia tersangka penyusup yang. Demikian pula firewall adalah sebuah program perangkat lunak atau perangkat keras yang menyaring informasi (paket) yang datang melalui internet ke komputer pribadi Anda atau jaringan komputer.
Firewall dapat memutuskan untuk mengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan antara perangkat berdasarkan aturan yang pra-dikonfigurasi atau ditentukan oleh administrator firewall. Kebanyakan personal firewall seperti firewall Windows beroperasi pada seperangkat aturan pra-konfigurasi yang paling cocok dalam keadaan normal sehingga pengguna tidak perlu khawatir banyak tentang konfigurasi firewall.
Firewall pribadi adalah mudah untuk menginstal dan menggunakan dan karenanya disukai oleh pengguna-akhir untuk digunakan pada komputer pribadi mereka. Namun jaringan besar dan perusahaan-perusahaan lebih memilih orang-orang firewall yang memiliki banyak pilihan untuk mengkonfigurasi sehingga untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka. Sebagai contoh, perusahaan mungkin membuat aturan firewall yang berbeda untuk server FTP, Telnet server dan server Web. Selain itu perusahaan bahkan dapat mengontrol bagaimana karyawan dapat terhubung ke Internet dengan memblokir akses ke situs web tertentu atau membatasi transfer file ke jaringan lain. Jadi selain keamanan, firewall dapat memberikan perusahaan kontrol luar biasa atas bagaimana orang menggunakan jaringan.
Firewall menggunakan satu atau lebih metode berikut untuk mengatur lalu lintas masuk dan keluar dalam sebuah jaringan:
1. Packet Filtering
Pada metode ini paket (potongan kecil data) dianalisa dan dibandingkan denganfilter. filter paket memiliki seperangkat aturan yang datang dengan tindakan menerima dan menolak yang pra-dikonfigurasi atau dapat dikonfigurasi secara manual oleh administrator firewall.. Jika paket berhasil membuatnya melalui filter ini maka itu diperbolehkan untuk mencapai tujuan, kalau tidak akan dibuang.
2. Stateful InspeksiPada metode ini paket (potongan kecil data) dianalisa dan dibandingkan denganfilter. filter paket memiliki seperangkat aturan yang datang dengan tindakan menerima dan menolak yang pra-dikonfigurasi atau dapat dikonfigurasi secara manual oleh administrator firewall.. Jika paket berhasil membuatnya melalui filter ini maka itu diperbolehkan untuk mencapai tujuan, kalau tidak akan dibuang.
Ini adalah metode baru yang tidak menganalisa isi dari paket. Sebaliknya ia membandingkan aspek kunci tertentu setiap paket database sumber terpercaya. Kedua paket yang masuk dan keluar dibandingkan terhadap database ini dan jika perbandingan menghasilkan pertandingan yang wajar, maka paket yang diizinkan untuk melakukan perjalanan lebih lanjut. Jika tidak, mereka akan dibuang.
E. Arsitektur Firewall pada Jaringan Komputer
Didalam Firewall sendiri terdapat 3 Arsitektur dan berikut ini penjelasannya:
1. Arsitektur Dual-Homed Host
Arsitektur ini dibuat di sekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi router pada host ini di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.
2. Arsitektur Screened Host
Arsitektur ini menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pengamanan pada arsitektur ini dilakukan dengan menggunakan paket filtering. Tiap sistem eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan bastion host. Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi. Bastion host berada dalam jaringan internal.
3. Arsitektur Screened Subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitektur screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan parameter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan internet.
E. Arsitektur Firewall pada Jaringan Komputer
Didalam Firewall sendiri terdapat 3 Arsitektur dan berikut ini penjelasannya:
1. Arsitektur Dual-Homed Host
Arsitektur ini dibuat di sekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi router pada host ini di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.
2. Arsitektur Screened Host
Arsitektur ini menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pengamanan pada arsitektur ini dilakukan dengan menggunakan paket filtering. Tiap sistem eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan bastion host. Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi. Bastion host berada dalam jaringan internal.
3. Arsitektur Screened Subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitektur screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan parameter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan internet.
F. Teknologi Firewall pada Jaringan Komputer
1. Service Control (Kendali terhadap Layanan)
2. Direction Control (Kendali terhadap Arah)
3. User Control (Kendali terhadap Pengguna)
4. Behavior Control (Kendali terhadap Perlakuan)
G. Karakteristik Firewall pada Jaringan Komputer
1. Service Control (Kendali terhadap Layanan)
2. Direction Control (Kendali terhadap Arah)
3. User Control (Kendali terhadap Pengguna)
4. Behavior Control (Kendali terhadap Perlakuan)
G. Karakteristik Firewall pada Jaringan Komputer
1. Firewall harus lebih kuat dan kebal terhadap serangan luar. Hal ini berarti bahwa Sistem Operasi akan relatif lebih aman dan penggunaan sistemnya dapat dipercaya.
2. Hanya aktivitas atau kegiatan yang dikenal/terdaftar saja yang dapat melewati atau melakukan hubungan. Hal ini dilakukan dengan menyetting policy pada konfigurasi keamanan lokal.
3. Semua aktivitas atau kegiatan dari dalam ke luar harus melewati firewall. Hal ini dilakukan dengan membatasi atau memblok semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali jika melewati firewall terlebih dahulu.
H. Firewall Police
Fungi Firewall Police yaitu :
1. Sebagai Pos Keamanan Jaringan
2. Mencegah Informasi Berharga Bocor Tanpa Sepengetahuan
3. Mencatat Aktivitas Pengguna
4. Memodifikasi Paket Data yang Datang
5. Mencegah Modifikasi Data Pihak Lain
I. Kelebihan dan Kekurangan dari Firewall pada Jaringan Komputer
Kelebihan Firewall :
1. Mendeteksi adanya malware atau ancaman dari sebuah situs.
2. Memperingatkan user ketika akan mendownload apapun yang berasal dari situs yang tidak aman.
3. Lebih mudah di telusuri bila terjadi kesalahan konfigurasi karena firewall terbuat dalam versi bahasa script.
4. Sangat berguna ketika user melakukan koneksi jaringan pada tempat umum
5. firewall dapat diterapkan pada perangkat jaringan biasa
Kekurangan Firewall :
1. firewall tidak dapat melindungi dari serangan virus.
2. Firewall tidak dapat membantu mencegah pencurian data ataupun peretasan yang dilakukan dari dalam
3. firewall tidak dapat melindungi user dari serangan metode baru yang belum dikenal oleh firewall
4. Tidak semua malware bisa terdeteksi dengan baik
J. IP Tables pada Jaringan Komputer
Suatu tools dalam siistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter/penyaringan terhadap lalu lintas data/traffic.Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalu lintas data.Dengan Iptables inilah kita akan mengatur semua lalu lintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang hanya sekedar melewati komputer kita.
Dengan kemampuan tools Iptables ini, kita bisa melakukan banyak hal dengan Iptables, yang paling penting adalah bahwa dengan Iptables ini kita bisa membuat aturan (rule) untuk aturan lalu lintas data.Aturan aturan itu dapat mencakup banyak hal, seperti besar data yang boleh lewat, jenis peket/datagram yang dapat diterima mengatur traffic berdasarkan asal dan tujuan data, forwarding, nat, redirecting, pengelolaan port, dan firewall.
K. IP Firewall pada Jaringan Komputer
Maksud dari IP Firewall pada Jaringan Komputer adalah IP Address yang telah diamankan oleh fitur firewall yang ada dalam jaringan.
L. Intrusion Detection System (IDS) pada Jaringan Komputer
Intrusion Detection System digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Intrusion adalah aktivitas tidak sah atau tidak diinginkan yang mengganggu konfidensialitas, integritas dan atau ketersediaan dari informasi yang terdapat di sebuah sistem. IDS akan memonitor lalu lintas data pada sebuah jaringan atau mengambil data dari berkas log. IDS akan menganalisa dan dengan algoritma tertentu akan memutuskan untuk memberi peringatan kepada seorang administrator jaringan atau tidak.
M. Cara kerja Intrusion Detection System
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
N. LATIHAN SOAL
1. Sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman merupakan pengertian dari . . .
H. Firewall Police
Fungi Firewall Police yaitu :
1. Sebagai Pos Keamanan Jaringan
2. Mencegah Informasi Berharga Bocor Tanpa Sepengetahuan
3. Mencatat Aktivitas Pengguna
4. Memodifikasi Paket Data yang Datang
5. Mencegah Modifikasi Data Pihak Lain
I. Kelebihan dan Kekurangan dari Firewall pada Jaringan Komputer
Kelebihan Firewall :
1. Mendeteksi adanya malware atau ancaman dari sebuah situs.
2. Memperingatkan user ketika akan mendownload apapun yang berasal dari situs yang tidak aman.
3. Lebih mudah di telusuri bila terjadi kesalahan konfigurasi karena firewall terbuat dalam versi bahasa script.
4. Sangat berguna ketika user melakukan koneksi jaringan pada tempat umum
5. firewall dapat diterapkan pada perangkat jaringan biasa
Kekurangan Firewall :
1. firewall tidak dapat melindungi dari serangan virus.
2. Firewall tidak dapat membantu mencegah pencurian data ataupun peretasan yang dilakukan dari dalam
3. firewall tidak dapat melindungi user dari serangan metode baru yang belum dikenal oleh firewall
4. Tidak semua malware bisa terdeteksi dengan baik
J. IP Tables pada Jaringan Komputer
Suatu tools dalam siistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter/penyaringan terhadap lalu lintas data/traffic.Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalu lintas data.Dengan Iptables inilah kita akan mengatur semua lalu lintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang hanya sekedar melewati komputer kita.
Dengan kemampuan tools Iptables ini, kita bisa melakukan banyak hal dengan Iptables, yang paling penting adalah bahwa dengan Iptables ini kita bisa membuat aturan (rule) untuk aturan lalu lintas data.Aturan aturan itu dapat mencakup banyak hal, seperti besar data yang boleh lewat, jenis peket/datagram yang dapat diterima mengatur traffic berdasarkan asal dan tujuan data, forwarding, nat, redirecting, pengelolaan port, dan firewall.
K. IP Firewall pada Jaringan Komputer
Maksud dari IP Firewall pada Jaringan Komputer adalah IP Address yang telah diamankan oleh fitur firewall yang ada dalam jaringan.
L. Intrusion Detection System (IDS) pada Jaringan Komputer
Intrusion Detection System digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Intrusion adalah aktivitas tidak sah atau tidak diinginkan yang mengganggu konfidensialitas, integritas dan atau ketersediaan dari informasi yang terdapat di sebuah sistem. IDS akan memonitor lalu lintas data pada sebuah jaringan atau mengambil data dari berkas log. IDS akan menganalisa dan dengan algoritma tertentu akan memutuskan untuk memberi peringatan kepada seorang administrator jaringan atau tidak.
M. Cara kerja Intrusion Detection System
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
N. LATIHAN SOAL
1. Sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman merupakan pengertian dari . . .
a. VoIP
b. IP Address
c. Server
d. Firewall
e. Maintenance
b. IP Address
c. Server
d. Firewall
e. Maintenance
2. Pintu gerbang antara jaringan lokal dengan jaringan lainnya disebut . . .
a. Firewall
b. Gateway
c. Router
d. IP Address
e. DNS
3. Perhatikan data berikut!
1. Mengatur lalu lintas / trafik data antar jaringan
2. Dapat mengatur port / paket data yang diperbolehkan atau ditolak
3. Autentikasi terhadap akses
4. Menghentikan semua lalu lintas / trafik antar jaringan 5. Memonitoring atau mencatat lalu lintas jaringan
6. Melindungi user dari serangan metode baru yang belum dikenal oleh firewall
Berdasarkan data diatas, manfaat firewall ditunjukkan oleh nomor . . .
a. 1,2,3,5
b. 1,2,4,6
c. 1,2,3,4
d. 2,3,4,5
e. 3,4,5,6
4. Berikut teknologi firewall pada jaringan komputer, kecuali . . .
a. Service Control
b. Direction Control
c. User Control
d. Diagram Control
e. Behavior Control
5. Di bawah ini yang tidak termasuk kelebihan firewall adalah . . .
a. Mendeteksi adanya malware atau ancaman dari sebuah situs.
b. Memperingatkan user ketika akan mendownload apapun yang berasal dari situs yang tidak aman.
c. Bisa mendeteksi semua malware dengan baik
d. Sangat berguna ketika user melakukan koneksi jaringan pada tempat umum
e. firewall dapat diterapkan pada perangkat jaringan biasa
sumber :
https://sholikun32.blogspot.com/2017/05/bab-iii-fungsi-firewell-pada-jaringan.html
https://redsnow09.blogspot.com/2019/09/firewall-pada-komputer-dan-voip.html
https://sholikun32.blogspot.com/2017/05/bab-iii-fungsi-firewell-pada-jaringan.html
https://redsnow09.blogspot.com/2019/09/firewall-pada-komputer-dan-voip.html



Komentar
Posting Komentar